Jumat, 10 Februari 2012

MAULID KADO UNTUK NABI MUHAMMAD

KADO UNTUK NABI MUHAMMAD
shallallahu 'alayhi wasallam
Kelahiran Muhammad shallallahu 'alayhiwasallam ke muka bumi ini merupakan karunia teragung yang dianugerahkan Allah untuk umat manusia. Kelahirannya bak matahari terbit menyinari alam semesta dari kegelapan malam. Ia bagaikan bulan purnama di antara bintang-bintang dan air di tengah-tengah gurun sahara, cahayanya menjanjikan kebahagiaan dan ketenteraman abadi,kesejukannya mengantarkan kemenangan dan kesejahteraan yang hakiki. Muhammad... oh...Muhammad aku sambut kedatanganmudengan rangkaian bunga shalawat dan salam.Rabi'ul Awal adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia, karena pada bulan inilah Muhammad sang penghulu sekaligus penutup para nabi dan rasul Sayyidul Anbiya war-Rusul wa Khatamuhum, kekasih Allah, dambaan manusia lahir. Kelahirannya ditandai dengan kejadian-kejadian menakjubkan pertanda keagungandan kemuliaannya. Siapapun bangga dan bersyukur akan kehadirannya di muka bumi ini. Betapa tidak, karena atas jasa besarnya-lah umat manusia terselamatkan dari jurang kenistaan yang tiada berpenghabisan, tentunya bagi mereka yang mengikuti ajarannya. Memperingati hari kelahiran nabi Muhammad adalah salah satu bentuk rasa syukur kita sebagai umat Islam atas kelahirannya, maulid juga menjadi momen untuk menghangatkan kembali ingatan kita akan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan panji-panji kebenaran di muka bumi ini dan kemudian kita jadikan suri tauladan dalam mengarungi kehidupan didunia ini

MUHAMMAD
Shallallahu 'alayhi wasallam
Nasab Nabi Muhammad

Beliau adalah Muhammad ibn Abdillah ibn Abdul Muththalib ibn Hasyim ibn Abdimanaf ibn Qushayy ibn Kilab ibn Murrah ibn Ka’b ibn Luaiy ibn Ghalib ibn Fihr ibn Malik ibn Nadlr ibn Kinanah ibn Khuzaimah ibn Mudrikah ibn Ilyas ibn Mudlar ibn Nizar ibn Ma’d ibn 'Adnan, kemudian nasab beliau dari 'Adnan hingga Nabi Ibrahim terdapatperbedaan pendapat di kalangan para ulama ahli nasab. Ibunya adalah Aminah binti Wahb ibn Abdi Manaf ibn Zuhrah ibn Kilab ibn Murrah.
Keajaiban-keajaiban yang Terjadi di Hari Kelahirannya Pada hari kelahirannya tiba-tiba api yang menjadi sesembahan orang-orang Majus padam, padahal api tersebut tidak pernah padam sebelumnya selama seribu tahun. Danau Sawahpun mengering, singgasana raja Persia goncang dan lima belas balkon berguguran. Suatu hari ketika melewati sebuahgunung di Makkah ia tidak melewati pepohonan dan bebatuan kecualim engucapkan salam kepadanya. Di antara dua pundaknya terdapat cap Khatamun Nubuwwah. Awan tebal dengan setia menaunginya dari sengatan terik matahari. Sebagian Sifat-Sifat Nabi Muhammad ,Dia berperawakan sedang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, mukanya bersinar bagaikan rembulan di malam purnama, bulu matanya panjang dan melengkung, jenggotnya lebat dan rapi, antara satu pundak dengan pundak yang lainnya berukuran lebar, rambutnya memanjangs ampai pundaknya. Ketika Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, tidak terdapat lebih dari dua puluh helai rambut yang berwarna putih(uban), baik rambut kepala maupun jenggotnya. Nabi Muhammad adalah sosok seorang laki-laki sejati, Allah memberikan kekuatan baginya sebanding dengan 40 orang laki-laki perkasa, dia seorang pemberani, ditakuti musuh-musuhnya dan disegani sahabat-sahabatnya, namun demikian dia adalah orang yang sangat rendah hati(tawadlu’)sabar, tutur katanya halus dan penuh dengan hikmah,tidak pernah menyakiti hati sahabat-sahabatnya baik yang baru ia kenal ataupun yang sudah lama ia kenal dan akhlaknya sangat mulia. Bila kita gambarkan maka alQur’an adalah gambaran yang paling tepat untuk menggambarkan akhlak Rasulullah.‘Aisyah berkata: “Dan akhlaknya adalah al Qur’an” ,Yakni setiap akhlak baik yang disebutkan di dalam al Qur'an ada padanya.



Tinjauan Syari'at Tentang
PERINGATAN MAULID

Perayaan maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wasallam seorang nabi yang diutus oleh Allah rahmatan lil 'alamin dengan membaca sebagian ayat al Qur'an dan menyebutkan sebagian sifat-sifat Nabi yang mulia, ini adalah perkara yang penuh berkah dan kebaikan yang agung, jika memang perayaan tersebut terhindar dari bid'ah- bid'ahsayyi-ah yang dicela oleh syara'.Hendaklah diketahui bahwa menghalalkan sesuatu dan mengharamkannya adalah tugas seorang mujtahid seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad semoga Allah meridlai mereka serta semua ulama as-Salaf ash-Shalih
Tidak setiap orang yang telah menulis sebuah kitab, kecil maupun besar dapat mengambil tugas para Imam mujtahid dari kalangan ulama'as-Salafash-Shalih tersebut, sehingga berfatwa, menghalalkan ini dan mengharamkan itu tanpa merujuk kepada perkataan para Imam mujtahid dari kalangan salaf dan khalaf yang telah dipercaya oleh umat karena jasa-jasa baik mereka. Maka barang siapa yang mengharamkan menyebut nama (berdzikir)Allah'azza wa jalla dan menelaah sifat-sifat nabi pada peringatan hari lahirnya dengan alasan bahwa Nabi tidak pernah melakukannya, kita katakan kepadanya:
>> Apakah anda juga mengharamkan
mihrab-mihrab (tempat imam) yang ada di semua masjid dan menganggap mihrab tersebut termasuk bid'ah dlalalah ?!
>> Apakah anda juga mengharamkan kodifikasi al Qur'an dalam satu mushaf serta pemberian tanda titik dalam al Qur'an dengan alasan Nabi tidak pernah melakukannya ?!.

Kalau anda mengharamkan itu semua berarti anda telah mempersempit keleluasaan yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang belum pernah ada pada masa Nabi. Padahal Rasulullah shallallahu'alayhi wasallamtelah bersabda :

"Barangsiapa yang memulai (merintis)dalam Islam sebuah perkara yang baik maka ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun". (H.R.Muslim dalam Shahihnya)

Sahabat Umar ibn al Khaththab setelah mengumpulkan para sahabat dalam shalat tarawih dengan bermakmum kepada satu imam mengatakan:
"Sebaik-baik bid'ah adalah ini" (H.R.al Bukhari dalam Shahihnya)
Dari sinilah Imam Syafi'i semoga Allah meridlainya menyimpulkan:
"Perkara-perkara yang baru (al muhdats) terbagi dua,
Pertama : perkara baru yang bertentangan dengan kitab, sunnah, atsar para sahabat dan ijma',ini adalah bid'ah dlalalah,
kedua: perkara baru yang baik dan tidak bertentangan dengan salah satu dari hal-hal di atas, maka ini adalah perkara baru yang tidak tercela " (Diriwayatkan oleh al Hafizh alBayhaqi dalam kitabnya "Manaqib asy-Syafi'i", Juz I, h. 469).

Karenanya al Hafizh Ibnu Hajar (W. 852H) menyatakan: "Mengadakan peringatan maulid Nabi adalah bid'ah hasanah". Demikian pula dinyatakan oleh para ulama yang fatwanya bisa dipertanggungjawabkan sepertial Hafizh Ibnu Dihyah (abad 7 H), al Hafizh al'Iraqi (W. 806 H), al Hafizh as-Suyuthi (W. 911H), al Hafizh as-Sakhawi (W. 902 H), Syekh Ibnu Hajar al Haytami (W. 974 H), Imam Nawawi (W. 676 H), Imam al ‘Izz ibn 'Abdissalam (W. 660 H), Syekh Muhammad Bakhit al Muthi'i (W. 1354 H) -Mufti Mesirdahulu-, Syekh Mushthafa Naja (W. 1351 H) -Mufti Beirut terdahulu- dan masih banyak lagi yang lain. Dengan demikian fatwa yang menyatakan peringatan maulid adalah bid'ah muharramah (bid'ah yang haram) sama sekali tidak berdasar dan menyalahi fatwa para ulama ahlussunnah, karenanya tidak boleh diikuti sebab fatwa ini bukan fatwa seorang mujtahid. Kita hanya akan mengikuti parau lama yang mu'tabar Selain itu bukankah hukum asal segala sesuatu adalah boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkan.Agama Allah mudah tidaklah sulit. Dan karena inilah para ulama di semua negara Islam selalu melaksanakan peringatan maulid Nabi dimana-mana, Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dan melimpahkan keberkahan Nabi
shallallahu 'alayhi wasallam
kepada kita semua, amin...

Penjelasan Ringkas

AQIDAH ASWAJA

(Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam....Waba’du. Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segimaupun semua segi, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya)”.(Q.S. asy-Syura: 11)
Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Allah ada pada azal(keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatu selain-Nya"(H.R. al Bukhari, al Baihaqi dan Ibn al Jarud)

Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal(keberadaan tanpa permulaan), tidak adasesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada
azal belum ada angin, cahaya, kegelapan,'arsy, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, tanpa tempat dan arah. Dialah yang telah menciptakan tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula,yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri sesuatu yang baru(makhluk).

Sayyidina ‘Ali semoga Allah meridlainya berkata :
"Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, dan Dia sekarang (setelah menciptakan tempat) seperti semula, ada tanpa tempat"(Dituturkan oleh al Imam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayn al Firaq)

Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi semoga Allah meridlainya (227 - 321 H) berkata dalam menjelaskan aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah : “Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali) batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya)maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut,lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya), Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru(atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut"
dan beliau juga berkata: “Dan barang siapa mensifati Allah dengan salahsatu sifat manusia maka ia telah kafir”.
Di antara sifat manusia adalah duduk,bertempat, bergerak, diam, berada pada satuarah atau tempat, berbicara dengan huruf,suara dan bahasa, maka barang siapa yang mengatakan bahwa bahasa arab atau bahasa-bahasa selain bahasa arab adalah bahasa Allah atau mengatakan bahwa kalam Allah yang azali(tidak mempunyai permulaan) dengan huruf,suara atau semacamnya maka dia telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Begitu juga orang yang meyakini al Hulul dan Wahdatul Wujud telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.

Al Imam ar-Rifa’i semoga Allah meridlainya(W. 578 H) berkata: “Peliharalah aqidah engkau dari berpegangan kepada zhahir ayat al-Qur’an dan hadits Nabi –shallallahu 'alayhi wasallam-- yang mutasyabihat sebab hal itu merupakan salah satu pangkal kekufuran”
Al Imam ar-Rifa’i berkata "Batas akhir pengetahuan seorang hamba tentang Allah adalah meyakini bahwa Allahta'ala ada tanpa bagaimana (sifat-sifat makhluk)dan ada tanpa tempat"

Faedah:
Para Ulama' dari kalangan empat madzhab membagi Kufur menjadi tiga macam:

1.Kufur I'tiqadi seperti orang yang meyakini bahwa Allah bertempat di arah atas atau arah-arah lainnya, bersemayam atau duduk di atas 'arsy, atau meyakini Allah seperti cahaya atau semacamnya. Di antara contoh kufur i'tiqadi juga adalah tidak meyakini bahwa perbuatan manusia yang ikhtiyari(yang disengaja) adalah terjadi atas qadha dan qadar(ketentuan)Allah seperti keyakinan Hizbut Tahrir.

2.Kufur Fi'li seperti sujud kepada berhala, melempar Mushhaf atau lembaran-lembaran yang bertuliskan ayat al Qur'an atau nama-nama yang diagungkan ketempat sampah atau menginjaknya dengan sengaja dan lain-lain.

3.Kufur Qauli seperti mencaci Allah, atau mencaci maki nabi, malaikat atau Islam, meremehkan janji dan ancaman Allah, atau menentang Allah, atau mengharamkan perkara yang jelas-jelas halal, atau menghalalkan perkara yang jelas-jelas haram, dan lain-lain. Seperti juga menyifati Allah dengan al 'Aql al Mudabbir (akal yang mengatur) atau
ar-Risyah al Mubdi'ah (bulu yang menciptakan) sebagaimana terdapat dalam kitab Fi Zhilal al Qur'an karya Sayyid Quthb; pimpinan kelompok yang menghalalkan darah umat Islam yang menyebut diri mereka sebagai Jama'ah Islamiyyah.

KAEDAH:
Setiap keyakinan, perbuatan atau perkataan yang mengandung pelecehan terhadap Allah, Rasul-Nya, Malaikat-Nya,syiar agama-Nya, hukum-hukum-Nya, janji- janji dan ancaman-Nya adalah kekufuran maka hendaklah seseorang menjauhi semua ini dengan segala upaya serta dalam keadaan apapun.Barang siapa yang jatuh pada salah satu macam kekufuran tersebut maka diadihukumi kafir. Dan wajib baginya meninggalkan kekufuran tersebut dan segera masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Jika ia membaca istighfar sebelum mengucapkan syahadat maka istighfar tersebut tidak bermanfaat baginya ..
Pembagian kekufuran tersebut di atas berdasarkan ayat-ayat Al Qur'an: surat alHujurat (49):15, Fushshilat (41): 37, at-Taubah(9): 65-66, 74 , Lebih lanjut baca kitab-kitab fiqh empatmadzhab;
Madzhab Syafi'i(kitab Raudlah ath-Thalibin, karya Imam an-Nawawi (W. 676 H),
Kifayatul Akhyar , karya Syekh Taqiyyuddin alHushni (W. 829 H),
Sullam at-Taufiq karya alHabib 'Abdullah ibn Husein ibn Thahir (W.1272 H, dan lainnya).
Madzhab Maliki(Minahal Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, karya SyekhMuhammad 'Illaysy (W. 1299 H) dan lain-lain).Madzhab Hanafi(Hasyiyah Radd al Muhtar ,karya Syekh Ibnu 'Abidin (W. 1252 H) dan kitab-kitab lain).Madzhab Hanbali(Kasysyaf alQina' karya Syekh Manshur ibn Yunus ibn Idris al Buhuti, ulama abad 11 H dan lain-lain).

FAEDAH
Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
"Konstantinopel (Istanbul sekarang) pasti akan dikuasai, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang berhasil manguasainya dan sebaik-baik tentara adalah tentara tersebut"(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad nya).

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam memuji sultan Muhammad alFatih karena beliau adalah seorang sultan yang saleh, aqidahnya sesuai dengan aqidah Rasulullah. Seandainya aqidahnya menyalahi aqidah Rasulullah, Rasulullah tidak akan memujinya. Seperti maklum diketahui dan dicatat oleh sejarah bahwa sultan Muhammad al Fatih adalah Asy'ari Maturidi, meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat. Dengan demikian hadits ini adalah busyra; berita gembira bagi seluruh Ahlussunnah, alAsy'ariyyah dan al Maturidiyyah bahwa aqidah mereka sesuai dengan aqidah Rasulullah, maka berbahagialah orang yang senantiasa mengikuti jalan mereka. Aqidah alAsy'ariyyah dan al Maturidiyyah adalah aqidah kaum muslimin dari kalangan
salaf dan khalaf , aqidah para khalifah dan sultan, seperti Sultan Shalahuddin al Ayyubi semoga Allah meridlainya. Sultan Shalahuddin al Ayyubi adalah seorang 'alim, penganut aqidah Asy'ariyyah dan mazhab Syafi'i, hafal al Qur'an dan kitab at-Tanbih dalam fiqh Syafi'i serta sering menghadiri majlis-majlis ulama hadits. Beliau memerintahkan agar aqidah sunni Asy'ariyyah dikumandangkan dari atas menara masjid sebelum shalat subuh di Mesir,Hijaz (Makkah dan Madinah), Tha-if dan sekitarnya serta di seluruh Negara Syam(Syiria, Yordania, Palestina dan Lebanon). AlImam Muhammad ibn Hibatillah al Barmaki menyusun untuk Sultan Shalahuddin alAyyubi sebuah risalah dalam bentuk nazham berisi aqidah Ahlussunnah dan ternyata sultan sangat tertarik dan akhirnya memerintahkan agar aqidah ini diajarkan kepada umat Islam,kecil dan besar, tua dan muda, sehingga akhirnya risalah tersebut dikenal dengan nama al Aqidah ash-Shalahiyyah.Risalah ini diantaranya memuat penegasan bahwa Allah maha suci dari benda (jism), sifat-sifat benda dan maha suci dari arah dan tempat.Al Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H) dalam Syarh Ihya Ulum ad-Din Juz II, h. 6, mengatakan: "Jika dikatakan Ahlussunnah Wal Jama'ah maka yang dimaksud adalah al Asy'ariyyah dan al Maturidiyyah
".Kemudian beliau mengatakan: "Al Imam al'Izz ibn Abd as-Salam mengemukakan bahwa aqidah Asy'ariyyah disepakati oleh kalangan pengikut madzhab Syafi'i, madzhab Maliki,madzhab Hanafi dan orang-orang utama dari madzhab Hanbali (Fudlala al Hanabilah). Apa yang dikemukakan oleh al 'Izz ibn Abd as-Salam ini disetujui oleh para ulama dimasanya, seperti Abu 'Amr Ibn al Hajib(pimpinan ulama madzhab Maliki di masanya), Jamaluddin al Hushari pimpinan ulama madzhab Hanafi di masanya, juga disetujuioleh al Imam at-Taqiyy as-Subki sebagaimana dinukil oleh putranya Tajuddin as-Subki". AlHakim meriwayatkan dalam
al Mustadrak danal Hafizh Ibn 'Asakir dalam Tabyin Kadzib al Muftari bahwasanya ketika turun ayat": Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam menunjuk kepada sahabat Abu Musa al Asy'ari dan bersabda: "Mereka adalah kaum orang ini". AlQurthubi mengatakan dalam tafsirnya, Juz VI,h. 220: "Al Qusyairi berkata: pengikut Abu alHasan al Asy'ari adalah termasuk kaumnya".(Telah maklum bahwa al Imam Abu al Hasanal Asy'ari, imam Ahlussunnah Wal Jama'ah adalah keturunan sahabat Abu Musa alAsy'ari)

KEUTAMAAN HARI JUM'AT

Hari Jumat merupakan hari raya tiap pekan
1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ، إِنَّ هَذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ عِيدًا، فَاغْتَسِلُوا، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

“Wahai kaum muslimin, sesungguhnya saat ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah sebagai hari raya untuk kalian. Karena itu, mandilah dan kalian harus menggosok gigi.” (H.r. Tabrani dalam Mu’jam Ash-Shaghir, dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ يَوْمَ الْجُمْعَة يَوْمُ عِيدٍ ، فَلَا تَجْعَلُوا يَوْم عِيدكُمْ يَوْم صِيَامكُمْ , إِلَّا أَنْ تَصُومُوا قَبْله أَوْ بَعْده

“Sesungguhnya, hari Jumat adalah hari raya. Karena itu, janganlah kalian jadikan hari raya kalian ini sebagai hari untuk berpuasa, kecuali jika kalian berpuasa sebelum atau sesudah hari Jumat.” (H.r. Ahmad dan Hakim; dinilai sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth)

Hari Jumat merupakan “yaumul mazid” (hari tambahan) bagi penduduk surga

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أتاني جبريل وفي يده كالمرآة البيضاء فيها كالنكتة السوداء فقلت يا جبريل ما هذه قال الجمعة قال قلت وما الجمعة قال لكم فيها خير قال قلت وما لنا فيها قال يكون عيدا لك ولقومك من بعدك ويكون اليهود والنصارى تبعا لك قال قلت وما لنا فيها قال لكم فيها ساعة لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله فيها شيئا من الدنيا والآخرة هو له قسم إلا أعطاه إياه أو ليس بقسم إلا ادخر له عنده ما هو أفضل منه أو يتعوذ به من شر هو عليه مكتوب إلا صرف عنه من البلاء ما هو أعظم منه قال قلت له وما هذه النكتة فيها قال هي الساعة هي تقوم يوم الجمعة وهو عندنا سيد الأيام ونحن ندعوه يوم القيامة ويوم المزيد قال قلت مم ذاك قال لأن ربك تبارك وتعالى اتخذ في الجنة واديا من مسك أبيض فإذا كان يوم الجمعة هبط من عليين على كرسيه تبارك وتعالى ثم حف الكرسي بمنابر من ذهب مكللة بالجواهر ثم يجيء النبيون حتى يجلسوا عليها وينزل أهل الغرف حتى يجلسوا على ذلك الكثيب ثم يتجلى لهم ربك تبارك وتعالى ثم يقول سلوني أعطكم قال فيسألونه الرضى فيقول رضائي أحلكم داري وأنيلكم كراسي فسلوني أعطكم قال فيسألونه قال فيشهدهم أنه قد رضي عنهم قال فيفتح لهم ما لم تر عين ولم تسمع أذن ولا يخطر على قلب بشر قال وذلكم مقدار انصرافكم من يوم الجمعة …. قال فليسوا إلى شيء أحوج منهم إلى يوم الجمعة ليزدادوا إلي ربهم نظرا وليزدادوا منه كرامة

Jibril pernah mendatangiku, dan di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca itu, ada titik hitam. Aku pun bertanya, “Wahai Jibril, ini apa?” Beliau menjawab, “Ini hari Jumat.” Saya bertanya lagi, “Apa maksudnya hari Jumat?” Jibril mengatakan, “Kalian mendapatkan kebaikan di dalamnya.” Saya bertanya, “Apa yang kami peroleh di hari Jumat?” Beliau menjawab, “Hari jumat menjadi hari raya bagimu dan bagi kaummu setelahmu. Sementara, orang Yahudi dan Nasrani mengikutimu (hari raya Sabtu–Ahad).” Aku bertanya, “Apa lagi yang kami peroleh di hari Jumat?” Beliau menjawab, “Di dalamnya, ada satu kesempatan waktu; jika ada seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut, untuk urusan dunia serta akhiratnya, dan itu menjadi jatahnya di dunia, maka pasti Allah kabulkan doanya. Jika itu bukan jatahnya maka Allah simpan untuknya dengan wujud yang lebih baik dari perkara yang dia minta, atau dia dilindungi dan dihindarkan dari keburukan yang ditakdirkan untuk menimpanya, yang nilainya lebih besar dibandingkan doanya.” Aku bertanya lagi, “Apa titik hitam ini?” Jibril menjawab, “Ini adalah kiamat, yang akan terjadi di hari Jumat. Hari ini merupakan pemimpin hari yang lain menurut kami. Kami menyebutnya sebagai “yaumul mazid”, hari tambahan pada hari kiamat.” Aku bertanya, “Apa sebabnya?” Jibril menjawab, “Karena Rabbmu, Allah, menjadikan satu lembah dari minyak wangi putih. Apabila hari Jumat datang, Dia Dzat yang Mahasuci turun dari illiyin di atas kursi-Nya. Kemudian, kursi itu dikelilingi emas yang dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian, datanglah para nabi, dan mereka duduk di atas mimbar tersebut. Kemudian, datanglah para penghuni surga dari kamar mereka, lalu duduk di atas bukit pasir. Kemudian, Rabbmu, Allah, Dzat yang Mahasuci lagi Mahatinggi, menampakkan diri-Nya kepada mereka, dan berfirman, “Mintalah, pasti Aku beri kalian!” Maka mereka meminta ridha-Nya. Allah pun berfirman, “Ridha-Ku adalah Aku halalkan untuk kalian rumah-Ku, dan Aku jadikan kalian berkumpul di kursi-kursi-Ku. Karena itu, mintalah, pasti Aku beri!” Mereka pun meminta kepada-Nya. Kemudian Allah bersaksi kepada mereka bahwa Allah telah meridhai mereka. Akhirnya, dibukakanlah sesuatu untuk mereka, yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang. Dan itu terjadi selama kegiatan kalian di hari jumat …. sehingga tidak ada yang lebih mereka nantikan, melebihi hari Jumat, agar mereka bisa semakin sering melihat Rabb mereka dan mendapatkan tambahan kenikmatan dari-Nya.” (H.r. Ibnu Abi Syaibah, Thabrani dalam Al-Ausath, Abu Ya’la dalam Al-Musnad, dan statusnya hasan atau sahih, sebagaimana keterangan Abdul Quddus Muhammad Nadzir)

Terlarangnya puasa jika dilakukan pada hari Jumat saja

Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk melakukan puasa di hari Jumat saja, padahal saat hari Kamis, dia tidak berpuasa, dan di hari Sabtu, dia juga tidak puasa.

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، إِلاَّ يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika telah berpuasa sehari sebelumnya atau akan puasa sehari setelahnya.” (H.r. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan,

نهى رسول الله صلى الله عليه و سلم أن يفرد يوم الجمعة بصوم

“Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyendirikan hari Jumat untuk berpuasa.” (H.r. Ahmad; sanadnya dinilai sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth)

3. Dari Junadah Al-Azdi; beliau mengatakan,

دخلت على رسول الله صلى الله عليه و سلم في سبعة نفر من الأزد أنا ثامنهم يوم الجمعة ونحن صيام فدعانا رسول الله صلى الله عليه و سلم إلى طعام بين يديه فقلنا انا صيام قال هل صمتم أمس قلنا لا قال فهل تصومون غدا قلنا لا قال فافطروا ثم خرج إلى الجمعة فلما جلس على المنبر دعا بإناء من ماء فشربه والناس ينظرون إليه ليعلمهم أنه لا يصوم يوم الجمعة

“Saya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat bersama tujuh orang dari suku Azd, dan saya adalah orang kedelapan. Saat itu, kami sedang berpuasa. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang kami untuk makan di depannya. Kami pun mengatakan, ‘Saya sedang puasa.’ Beliau bertanya, ‘Apakah kemarin kalian puasa?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apakah besok kalian akan berpuasa?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Berbukalah!’ Lalu beliau berangkat shalat Jumat. Ketika beliau di atas mimbar, beliau minta dibawakan air, kemudian beliau minum dan orang-orang melihatnya, untuk mengajari mereka bahwa beliau tidak berpuasa di hari Jumat.” (H.r. Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar)

4. Dari Ummul Mukminin, Juwairiyah binti Al-Harits radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuinya di hari Jumat, sementara dia sedang berpuasa. Beliau bertanya, “Apakah kemarin kamu puasa?” Dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah besok kamu mau puasa?” Beliau menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Berbukalah!” (H.r. Bukhari, Abu Daud, dan Ibnu Abi Syaibah)

5. Dari Laila, istri Basyir radhiallahu ‘anhuma; beliau mengatakan, “Sesungguhnya, Basyir bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Bolehkah saya berpuasa di hari Jumat dan tidak berbicara dengan seorang pun di hari itu?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

لا تصم يوم الجمعة الا في أيام هو أحدها أو في شهر وأما أن لا تكلم أحدا فلعمرى لأن تكلم بمعروف وتنهى عن منكر خير من ان تسكت

‘Janganlah kamu berpuasa di hari Jumat, kecuali jika kamu berpuasa beberapa hari –salah satunya adalah hari Jumat– atau puasa sebulan. Adapun tentang dirimu yang tidak ingin berbicara dengan seorang pun maka sungguh engkau berbicara yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran itu lebih baik daripada engkau diam.” (H.r. Ahmad, Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir, dan Baihaqi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Tidak boleh mengkhususkan hari Jumat untuk shalat malam

Sebagian orang beranggapan bahwa kita dianjurkan untuk memperbanyak shalat tahajud di malam Jumat karena malam ini memiliki keutamaan yang banyak. Anggapan ini adalah anggapan yang salah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk mengkhususkan malam Jumat untuk ibadah.

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تختصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي ولا تخصوا يوم الجمعة بصيام من بين الأيام إلا أن يكون في صوم يصومه أحدكم

“Janganlah kalian mengkhususkan malam Jumat untuk tahajud dan meninggalkannya di malam yang lain. Jangan pula mengkhususkan siang harinya untuk berpuasa, kecuali dalam rangkaian puasa kalian.” (H.r. Muslim)

2. Dari Muhammad bin Sirrin; beliau mengatakan,

Dahulu, Abu Darda’ menghidupkan malam Jumat dengan ibadah, dan beliau berpuasa di siang harinya. Suatu ketika, datanglah Salman –dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaudarakan keduanya– kemudian beliau tidur di rumahnya. Salman pun memperhatikan Abu Darda’ dan tidak membiarkannya, sampai Abu Darda’ tidur dan tidak berpuasa. Maka datanglah Abu Darda’ menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan perjumpaannya dengan Salman. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Uwaimir (nama asli Abu Darda’), Salman lebih tahu daripada kamu. Janganlah mengkhususkan malam Jumat untuk shalat dan siang harinya untuk puasa.” (H.r. Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf)

Anjuran untuk membaca surat khusus ketika shalat subuh di hari Jumat

Dianjurkan bagi orang yang melaksanakan shalat subuh di hari Jumat untuk membaca surat As-Sajdah di rekaat pertama dan surat Al-Insan di rekaat kedua.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika shalat subuh di hari Jumat, membaca “alif-lam-mim, as-sajdah” (surat As-Sajdah) dan “hal ata ‘alal insani …” (surat Al-Insan). Sementara, pada shalat Jumat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al-Jumu’ah dan surat Al-Munafiqun. (H.r. Muslim dan Abu Daud)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan, “Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika shalat subuh di hari Jumat, membaca ‘alif-lam-mim … tanzil, as-sajdah‘ (surat As-Sajdah) dan ‘hal ata ‘alal insani‘ (surat Al-Insan).” (H.r. Bukhari dan Muslim)
Sebagian malaikat duduk di depan pintu masjid

Di hari Jumat, Allah mengutus beberapa malaikat untuk berjaga di pintu masjid, mencatat setiap orang yang datang jumatan sebelum khatib naik mimbar.

1. Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا كان يوم الجمعة قعدت الملائكة على أبواب المسجد فيكتبون الناس من جاء من الناس على منازلهم فرجل قدم جزورا ورجل قدم بقرة ورجل قدم شاة ورجل قدم دجاجة ورجل قدم عصفورا ورجل قدم بيضة قال فإذا أذن المؤذن وجلس الإمام على المنبر طويت الصحف ودخلوا المسجد يستمعون الذكر

“Apabila hari Jumat datang, para malaikat duduk di depan pintu masjid-masjid. Mereka mencatat setiap orang yang datang sesuai dengan waktu kedatangan mereka. Ada orang yang seperti berkurban unta, ada yang seperti berkurban sapi, ada yang seperti berkurban kambing, ada yang seperti berkurban ayam, ada yang seperti berkurban burung, dan ada yang seperti berkurban telur. Ketika muazin melakukan azan dan imam sudah duduk di mimbar maka buku catatan ditutup dan mereka masuk masjid, mendengarkan khotbah.” (H.r. Ahmad; sanadnya dinilai hasan oleh Syu’aib Al-Arnauth)

2. Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan,

إذا كان يوم الجمعة قامت الملائكة بأبواب المسجد فيكتبون الناس على منازلهم الاول فإن تأخر رجل منهم عن منزله دعت له الملائكة يقولون اللهم إن كان مريضا فاشفه اللهم إن كانت له حاجة فاقض له حاجته فلا يزالون كذلك حتى إذا خرج الامام طويت الصحف ثم ختمت فمن جاء بعد نزول الامام فقد أدرك الصلاة ولم يدرك الجمعة

“Apabila hari Jumat datang, malaikat berjaga di pintu-pintu masjid. Mereka mencatat setiap orang yang datang sesuai tingkat kedatangannya. Apabila ada orang yang telat datang maka malaikat ini berdoa untuknya. Mereka memanjatkan doa, ‘Ya Allah, jika dia sakit maka sembuhkanlah dia, dan jika dia punya kepentingan maka selesaikanlah kebutuhannya.’ Mereka terus melakukan hal itu, sampai imam datang. Ketika imam datang, buku catatan ditutup kemudian distempel. Barang siapa yang datang setelah imam turun maka dia hanya mendapatkan shalat dan tidak mendapatkan jumatan.”

Keterangan:
Sanad hadis ini hasan. Hanya saja, statusnya mauquf sampai Abu Umamah. Artinya, ini adalah perkataan Abu Umamah radhiallahu ‘anhu.

Di hari jumat terdapat satu waktu yang mustajab

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyinggung hari Jumat, kemudian beliau bersabda,

فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلي يسأل الله تعالى شيئا إلا أعطاه إياه

“Di hari Jumat, ada satu waktu, apabila ada seorang muslim melakukan shalat dan dia memohon sesuatu kepada Allah, pasti Allah beri.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu itu hanya sebentar. (H.r. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خير يوم طلعت فيه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه تقوم الساعة وفيه ساعة لا يسأل الله عز و جل فيها عبد يصلى خير الا أعطاه الله وقللها وقال بيده هكذا انها قليلة

“Hari terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari ini, Adam diciptakan; di hari ini pula, kiamat terjadi; di hari Jumat terdapat satu waktu, apabila ada seorang hamba yang shalat, memohon kepada Allah di waktu itu, maka Allah akan memberikan pintanya.” (H.r. Abu Daud Ath-Thayalisi; statusnya hasan lighairihi)

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن في الجمعة ساعة لا يوافقها مسلم وهو في صلاة يسأل الله خيرا الا آتاه إياه قال وقللها

“Sesungguhnya, di hari Jumat, ada satu waktu; tidaklah seorang muslim yang shalat, dia memohon kebaikan kepada Allah, dan bertepatan dengan waktu tersebut, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.” (H.r. Ahmad; statusnya sahih)

Anjuran memperbanyak salawat di hari Jumat

1. Dari Aus bin Aus radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أفضل أيامكم يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا على من الصلاة فيه فان صلاتكم معروضة على فقالوا يا رسول الله وكيف تعرض عليك صلاتنا وقد أرمت يعنى وقد بليت قال إن الله عز و جل حرم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء صلوات الله عليهم

“Di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan. Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca salawat untukku di hari Jumat karena salawat kalian ditunjukkan kepadaku.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana salawat itu ditunjukkan kepada Anda padahal Anda telah menjadi tanah (mati)?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya, Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi –shallallahu ‘alahim ajma’in–.” (H.r. Ahmad; sanadnya dinilai sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth)

2. Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاةِ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ , فَإِنَّ صَلاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ , فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَيَّ صَلاةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah membaca salawat untukku setiap hari Jumat, karena salawat umatku ditunjukkan kepadaku setiap hari Jumat. Siapa saja yang paling banyak salawatnya untukku maka dia adalah orang yang paling dekat kedudukannya denganku.”

Keterangan:
Status hadis ini diperselisihkan oleh para ulama ahli hadis. Ada yang menilainya kuat dan ada yang menilainya dhaif. Di antara ulama yang menilainya dhaif adalah Imam Adz-Dzahabi dan Syekh Nashiruddin Al-Albani. Adapun ulama yang menerima hadis ini di antaranya adalah As-Suyuti. Hadis ini juga disebutkan oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib; beliau mengatakan, “Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan sanad hasan.”

Kiamat terjadi di hari Jumat

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

“Hari terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam dimasukkan ke surga; di hari itu pula, Adam dikeluarkan dari surga; dan kiamat tidak akan terjadi kecuali di hari Jumat.” (H.r. Muslim, Ahmad, dan Turmudzi)

Orang yang meninggal di hari Jumat akan dilindungi dari fitnah (ujian) alam kubur

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة الا وقاه الله فتنة القبر

“Tidaklah seorang muslim yang meninggal di hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan lindungi dirinya dari fitnah (ujian) alam kubur.” (H.r. Ahmad; dinilai sahih oleh Ahmad Syakir serta Al-Albani)

Anjuran membaca surat Al-Kahfi pada malam atau siang hari Jumat

1. Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (H.r. Ad-Darimi; Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih)

2. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (H.r. An-Nasa’i dan Baihaqi; Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih)

Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

"Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM'AT

1. Hari Terbaik

Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah y bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.

Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab z menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah l menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.

Ibnu Abbas z berkata : Rasulullah y bersabda:
"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

Salman Al Farisi z berkata : Rasulullah y bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus z berkata: Rasulullah y bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Abdurrahman bin ‘Auf

Dilahirkan pada tahun 44 sebelum Hijrah. Nama lengkapnya Abdurrahman bin ‘Auf bin Abdu ‘Auf bin Abdul Harits. Biasa dipanggil Abu Muhammad. Pada masa jahiliyah bernama Abdul Ka’bah. Kemudian Rasulullah mengantinya dengan Abdurrahman. . Mengenai pribadinya; wajahnya tampan, kulitnya sawo matang, kulitnya tipis, telapak tangganya besar begitu juga jari-jarinya. Mengenai keislamannya, beliau masuk Islam atas bimbingan Abu Bakar. Beliau termasuk delapan orang yang masuk Islam pada awal-awal kelahiran Islam. Disebutkan bahwa beliautermasuk 10 orang yang dijanjikan masuk surga. . Pada waktu Rasulullah perintahkan umat Islam berhijrah ke Habsyah (Ethopia), beliau ikut berhijrah yang pertama dan kedua bersama-sama umat Islam yang lain. Begitu juga waktu hijrah ke Madinah, beliau juga ikut berhijrah. Selama hidupnya, beliau ikut dalam semua peperangan, termasuk perang Badr. Beliau dikenal banyak berderma dan peduli terhadap orangorang miskin, orang jompo. Bahkan sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada ahli warisnya untuk memberikan hadiah empat ratus dirham bagi ikut perang Badr. Diantara orang yang mengambil hadiah itu adalah Utsman bin ‘Affan meskipun dirinya sudah kaya. Pada waktu mengambil hadiah itu Utsman berkata bahwa hartanya itu adalah halal untuk dimakan dan keberkahan di dalamnya. Begitu juga beliau berwasiat sebelum wafatnya untuk mendermakan seribu kuda perang dan lima puluh ribu dinar untuk kepentingan syiar Islam. Selama ikut perang Uhud, beliau terkena dua puluh satu luka di badannya, gigi depannya rontok hingga terkadang berhati-hati kalau bicara. Salah satu betisnya juga terluka berat hingga jalannya agak pincang. Mengenai pribadinya, Rasulullah bersabda; “Abdurrahman bin ‘Auf adalah orang yang dipercaya di bumi dan di langit.”(HR. al-Harist bin Abu Osamah). Selepas wafatnya Rasulullah, para sahabat bermusyawarah mengenai siapa penganti pimpinan umat Islam. Ketika itu Umar bin Khottob meminta beliau untuk ikut dalam musyawarah yang terdiri dari enam orang berpengaruh. Umar pun rela seandainya beliau terpilih. Dalam musyawarah itu dibahas siapa diantara enam orang ini yang kelak terpilih mengantikan kepemimpinan umat Islam. Beliau mengundurkan diri dari pencalonan untuk menjadi kholifah. Beliau justru menunjuk Utsman bin ‘Affan. Suatu saat beliau diberi makanan padahal dirinya sedang berpuasa. Beliau berkata; “Mush’ab bin ‘Umair sudah terbunuh dan dia lebih baik dari saya. Padahal dia hanya dikafai dengan burdah(kain pendek saja), jika kepalanya ditutup dengan burdah itu, kakinya kelihatan. Begitu juga jika kakinya ditutup maka kepalanya kelihatan. Setelah itu kita banyak diberi kemudahan padahal dia tidak. Kami takut bahwa kebaikan yang ada pada kita akan musnah dari kita.” Setelah itu beliau menanggis hingga meninggalkan makanan itu. Aisyah ingin agar beliau dapat dikuburkan di dekat Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Beliau menolak tawaran itu karena merasa malu untuk disandingkan dengan mereka. Selama bersama Rasulullah beliau telah meriwayatkan kurang lebih 65 hadits. Diantara hadits itu; Rasulullah bersabda; “Allah dan para malaikat berdoa bagi orang-orang yang sholat di shof pertama (datang lebih dahulu)”(HR.Ibn Majjah) sebelum wafatnya beliau meninggalkan harta yang melimpah; ada emas yang dipotong dengan kampak, ribuan onta, ratusan kuda dan tiga ribu kambing yang dipelihara di kawasan Baqi’. Beliau wafat pada tahun 32 Hijriah dengan meninggalkan empat istri. Dikuburkan di dekat kuburan Utsman bin Madh’un. Dulu keduanya agar keduanya dikuburkan berdekatan satu sama lainnya.

10 Nama-Nama Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.” . Kisah singkat 10 Sahabat . 1. Abu Bakar bin Abi Qahafah (As siddiq), adalah seorang Quraisy dari kabilah yang sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila Abu Bakar berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi. Keutamaannya, Abu Bakar adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar serta memiliki akhlaq yang mulia. Sebelum datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum pernah ada orang yang menyaksikan Abu Bakar minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah selalu mengutamakan Abu Bakar ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga tampak menojol di tengah tengah orang lain. “Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh ummat niscaya akan lebih berat keimanan Abu Bakar. ”(HR. Al Baihaqi) Al Qur’an pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti yang dikatakan dalam firmanNya, QS Al Lail 5-7, 17-21, Fushilat 30, At Taubah 40. Dalam masa yang singkat sebagai Khalifah, Abu Bakar telah banyak memperbarui kehidupan kaum muslimin, memerangi nabi palsu, dan kaum muslimin yang tidak mau membayar zakat. Pada masa pemerintahannya pulalah penulisan AlQur’an dalam lembaran-lembaran dimulai. 2. Umar Ibnul Khattab, ia berasal dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW dan masih satu kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar masuk Islam setelah bertemu dengan adiknya Fatimah daan suami adiknya Said bin Zaid pada tahun keenam kenabian dan sebelum Umar telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita yang masuk Islam. Di kaumnya Umar dikenal sebagai seorang yang pandai berdiskusi, berdialog, memecahkan permasalahan serta bertempramen kasar. Setelah Umar masuk Islam, da’wah kemudian dilakukan secara terang-terangan, begitupun di saat hijrah, Umar adalah segelintir orang yang berhijrah dengan terang-terangan. Ia sengaja berangkat pada siang hari dan melewati gerombolan Quraisy. Ketika melewati mereka, Umar berkata, ”Aku akan meninggalkan Mekah dan menuju Madinah. Siapa yang ingin menjadikan ibunya kehilangan putranya atau ingin anaknya menjadi yatim, silakan menghadang aku di belakang lembah ini!” Mendengar perkataan Umar tak seorangpun yang berani membuntuti apalagi mencegah Umar. Banyak pendapat Umar yang dibenarkan oleh Allah dengan menurunkan firmanNya seperti saat peristiwa kematian Abdullah bin Ubay (QS 9:84), ataupun saat penentuan perlakuan terhadap tawanan saat perang Badar, pendapat Umar dibenarkan Allah dengan turunnya ayat 67 surat Al Anfal. Sebagai khalifah, Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan kesejahteraan ummatnya, sampai setiap malam ia berkeliling khawatir masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya, serta kekuasaan Islam pun semakin meluas keluar jazirah Arab. 3. Utsman bin Affan, sebuah Hadits yang menggambarkan pribadi Utsman : “Orang yang paling kasih sayang diantara ummatku adalah Abu Bakar, dan paling teguh dalam menjaga ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah Utsman. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi) Utsman adalah seorang yang sangat dermawan, dalam sebuah persiapan pasukan pernah Utsman yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin hijrah, saat kesulitan air, Utsmanlah yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk kepentingan kaum muslimin. Pada masa kepemimpinannya Utsman merintis penulisan Al Qur’an dalam bentuk mushaf, dari lembaran-lembaran yang mulai ditulis pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar. 4. Sahabat berikutnya adalah Ali bin Abi Thalib, pemuda pertama yang masuk Islam, ia yang menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidurnya saat beliau hijrah, Ali yang dinikahkan oleh Rasulullah dengan putri kesayangannya Fatimah, Ali yang sangat sederhana kehidupannya. 5. Sahabat kelima yang dijamin oleh Rasulullah SAW masuk surga adalah Thalhah bin Ubaidillah yang pada Uhud terkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah serta jari tangannya putus. Namun Thalhah yang berperawakan kekar serta sangat kuat inilah yang melindungi Rasulullah disaat saat genting, beliau memapah Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang berada di ujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan peperangan karena mengira Rasulullah telah wafat. Saat itu Thalhah berkata kepada Rasulullah, ”Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah dan ibuku.” Nabi tersenyum seraya berkata, ”Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Sejak itu Beliau mendapat julukan Burung Elang hari Uhud. Rasulullah pernah berkata kepada para sahabatnya, ”Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa yang senang melihat seorang yang syahid berjalan di muka bumi maka lihatlah Thalhah.” 6. Azzubair bin Awwam, sahabat yang berikutnya, adalah sahabat karib dari Thalhah. Beliau muslim pada usia lima belas tahun dan hjrah pada usia delapan belas tahun, dengan siksaan yang ia terima dari pamannya sendiri. Kepahlawanan Azzubair ibnul Awwam pertama terlihat dalam Badar saat ia berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnul Awwam berhasil menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal ini membuat pasukan Quraisy ketakutan. Rasulullah sangat mencintai Azzubair ibnul Awwam beliau pernah bersabda, ”Setiap nabi memiliki pengikut pendamping yang setia (hawari), dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.” Azzubair ibnul Awwam adalah suami Asma binti Abu Bakar yang mengantarkan makanan pada Rasul saat beliau hijrah bersama ayahnya. Pada masa pemerintahan Umar, saat panglima perang menghadapi tentara Romawi di Mesir Amr bin Ash meminta bala bantuan pada Amirul Mu’minin, Umar mengirimkan empat ribu prajurit yang dipimpin oleh empat orang komandan, dan ia menulis surat yang isinya, ”Aku mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin empat orang sahabat terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang. Tahukah anda siapa empat orang komandan itu? Mereka adalah Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad, Maslamah bin Mukhalid, dan Azzubair bin Awwam.” Demikianlah dengan izin Allah, pasukan kaum muslimin berhasil meraih kemenangan. 7. Adalah Abdurrahman bin Auf, yang disebutkan berikutnya, adalah seorang pedagang yang sukses, namun saat berhijrah ia meninggalkan semua harta yang telah ia usahakan sekian lama. Namun saat telah di Madinahpun beliau kembali menjadi seorang yang kaya raya, dan saat beliau meninggal, wasiat beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat empat ratus dinar, sedang yang masih hidup saat itu sekitar seratus orang, termasuk Ali dan Utsman. Beliaupun berwasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada ummahatul muslimin, sehingga Aisyah berdoa: “Semoga Allah memberi minum kepadanya air dari mata air Salsabil di surga.” 8. Sahabat yang disebutkan berikutnya adalah Saad bin Abi Waqqash, orang pertama yang terkena panah fisabilillah, seorang yang keislamannya sangat dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keislamannya. 9. Said bin Zaid, adik ipar Umar, adalah orang yang dididik oleh seorang ayah yang beroleh bihayah Islam tanpa melalui kitab atau nabi mereka seperti halnya Salman Al Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari. Banyak orang yang lemah berkumpul di rumah mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan, serta penghilang rasa lapar, karena Said adalah seorang sahabat yang dermawan dan murah tangan. 10. Nama terakhir yang meraih jaminan surga adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat Badar, sehingga Allah menurunkan QS Al Mujadilah : 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah yang mencabut besi tajam yang menempel pada kedua rahang Rasulullah, dan dengan begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah mendapat gelar dari Rasulullah sebagai pemegang amanat ummat, seperti dalam sabda beliau : “Tiap-tiap ummat ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat ummat ini adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.”

Abu Huroiroh

Abu Huroiroh …Ya Allah, saya sangat merindukan perjumpaan denganmu. Dilahirkan pada tahun 21 sebelum Hijriah. Nama sebanarnya Abdurrahman bin Shakhr Addausi. Pada masa jahiliyah namannya Abdus Syam dan Abu al-Aswad. Kemudian setelah masuk Islam, Rasulullah beri nama Abdullah. Nama panggilannya Abu Hurairah. Kononnya sebab dipanggil Abu Hurairah karena beliau selalu bersahabat, bermain-main, membersihkan dan memberi makan kucing. Berasal dari suku AdDausi. . Beliau adalah seorang ahli fiqh, tuannya para penghafal hadits dan mujtahid. Hidup sebagai anak yatim. Untuk menopang biaya hidupnya, beliau bekerja di rumah Basrah binti Ghozwan. Setelah dirinya masuk Islam pada tahun 7 Hijriah, beliau menikahi tuannya. Beliau termasuk dari pengikut ‘shoffah’ (mereka adalah orang-orang fakir Madinah dari kaum muhajirin. Jumlah mereka hampir mencapai 400 orang. Kebanyakan mereka tidak punya keluarga dan harta. Kemudian mereka dibuatkan tempat tinggal di dekat masjid Rasulullah. Sejak itulah mereka disebut ‘ahl suffah’). . Suatu hari beliau mengeluh kepada Rasulullah mengenai ibunya karena telah mencela Rasulullah. Beliau meminta kepada Rasulullah untuk mendoakannnya. Permintaan itu dikabulkan Rasulullah. Kemudian Rasulullah berdo’a. Setelah beberapa lama akhirnya ibunya masuk Islam. Dikalangan para sahabat beliau sangat cepat menghafal, ingatannya kuat, tidak bisa menulis. Dalam kesehariannya digunakan untuk mendengar hadits dari Rasulullah. Pada masa kholifah Umar beliau ditugaskan untuk menjadi wali di Bahrain. Setelah itu beliau lepaskan jabatan itu setelah Umar melihat bahwa beliau sibuk beribadah. Tapi akhirnya beliau diangkat lagi. Hanya saja kali ini beliau menolak tawaran itu. Suatu hari beliau ditanya (diuji) oleh Marwan bin al-Hakam mengenai kebohongan yang dialamatkan kepada Rasulullah yang berasal dari hadits riwayatnya. Beliau diundang ke istana untuk didengarkan tentang hafalan haditsnya sementara penulis hadits Marwam menulisnya. Beliau pun membacakan semua haditsnya. Setelah setahun, beliau diundang lagi ke istana. Ternyata semua yang diucapkanya tidak ada yang salah. Mengenai pribadinya imam Bukhori berkata, “Lebih dari 800 orang dari sahabat dan tabiin yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah.” Diantara yang meriwayatkan dari beliau; Ibn Abbas, Ibn Amr, Anas, Jabir dll. Selama berjuang bersama Rasulullah beliau telah meriwayatkan kurang lebih 5374 hadits. Diantara hadits riwayatnya itu, Rasulullah bersabda, “Iman itu mempunya 63 lebih cabangnya. Dan malu adalah diantara cabang iman itu.”(HR.Bukhori). Meskipun beliau bersahabat dengan Rasulullah hanya empat tahun, hanya saja beliau sabahat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Diantara sebabnya adalah bahwa Abu Hurairah Setelah menjalani hidupnya penuh dengan pengorbanan, perjuangan dan dakwah kepada ajaran Islam, akhirnya pada tahun 59 Hijriah beliau jatuh sakit. Diceitakan dari al-Muqbir bahwa Marwan menjenguk beliau waktu sakit. Marwan berdo’a, “Semoga Allah memberikan kesembuhan padamu, wahai Abu Hurairah.” Sebelum wafatnya beliau berdo’a, “Ya Allah, saya sangat merindukan perjumpaan denganmu. Maka rindukan perjumpaanku dengan-Mu.” Pada tahun yang sama beliau wafat di Madinah dan dikuburkan di kuburan Baqi’.